Review Buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Marson
Review buku "Sebuah Seni Bersikap Bodo Amat" karya Mark Manson.
Pembuka dari buku ini yaitu cerita tentang seorang yang bernama Charles Bukowski, seorang pecundang yang akhirnya bisa berhasil untuk menjadi penulis yang terkenal. Keberhasilan yang ia dapat disebabkan bukan karena kegigihannya untuk menjadi seorang pemenang, namun dari kenyataan bahwa ia tahu ia seorang pecundang, dan ia menerima hal tersebut, kemudian menulis secara jujur tentang dirinya.
Dalam menghadapi kehidupan Mark Manson mengatakan bahwa kunci untuk kehidupan yang baik yaitu tidak memperdulikan banyak hal, tapi memperdulikan hal-hal sederhana yang penting dan mendesak saja. Yang menarik juga tentang hukum kebalikan, Manson mengatakan bahwa "Menginginkan pengalaman positif adalah sebuah pengalaman negatif, menerima pengalaman negatif adalah sebuah pengalaman positif. maksudnya semua hal yang bernilai positif dalam kehidupan dimenangkan lewat pengalaman yang berasosiasi negatif.
Masa bodoh atau bodo amat artinya memandang tanpa gentar tantangan yang paling menakutkan dan sulit dalam kehidupan dan mau mengambil suatu tindakan. Terdapat tiga seni yang dapat menjernihkan apa arti masa bodoh itu sendiri: 1. Masa bodoh bukan berarti acuh tak acuh, masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda. 2. Untuk bisa mengatakan "bodo amat" pada kesulitan, pertama-tama anda harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan. 3. Entah anda sadari atau tidak, anda selalu memilih suatu hal untuk diperhatikan (dengan maksud bahwa anda akan memilih apa yang penting dan apa yang tidak untuk diperhatikan, atau fokus terhadap satu hal yang sangat berharga).
Kesedihan, kemiskinan, rasa sakit, kehilangan, kesalahan dsb merupakan sesuatu yang tidak dapat untuk dielakkan, oleh karena itu kita harus belajar untuk berhenti menolaknya. Kemungkinan besarnya, ketika kita belajar untuk berhenti menolaknya, akan mengajarkan kita bagaimana cara mencegah kesalahan yang sama di masa depan.
Setiap hal yang ada dalam benak dan perasaan kita mengenai sesuatu keadaan pada akhirnya kembali pada seberapa bernilainya hal tersebut dalam pemahaman kita masing-masing. nilai-nilai yang kita pahami dan pegang menentukan hakikat permasalahn kita, dan hakikat permasalahan kita menentukan kualitas hidup kita.
Untuk menilai kesuksesan yang telah kita dapatkan bukan berdasarkan ukuran pencapaian orang lain, namun dengan standar apa kita mengukur diri kita sendiri?. Jika anda ingin mengubah cara anda memandang permasalahan anda, anda harus mengubah nilai yang anda pegang dan bagaimana anda mengukur kegagalan dan kesuksesan.
jangan sampai kita terkecoh oleh kenikmatan. Karena hal tersebut adalah bentuk kepuasan hidup yang paling dangkal, dan karenanya hal tersebut sangat mudah untuk diraih dan sangat mudah untuk hilang. justru kita harus berterima kasih terhadap masalah yang menghilangkan kenikmatan tersebut, karena permasalahan membuat hidup kita lebih bermakna dan penting. Karena suatu hari ketika kita mengingat masa lalu, tahun-tahun yang penuh jerih payah akan berubah menjadi tahun-tahun yang paling indah.
Dalam mengahdapi kehidupan kita harus sadar, bahkan terhadap hal-hal yang sederhana sekalipun, karena semua peningkatan dan pertumbuhan pribadi muncul berkat adanya sebuah kesadaran sederhana. Dengan artian bahwasannya kita secara pribadi bertanggung jawab atas segala hal dalam hidup kita, dan tanggung jawab yang besar menuntut kekuatan yang besar.
Jika kita ingin sukses berarti kita harus siap untuk gagal. ini seperti halnya kita membeli sepasang sepatu. kesuksean dapat diimbangi dengan kegagalan, dengan kegagalan kita akan semakin kuat, lebih tangguh, dan lebih membumi, dan kegagalan merupakan bagian dari proses. Proses menuju kesuksesan. intinya belajarlah menerima rasa sakit (menuju kesuksesan) yang telah anda pilih. ketika memilih sebuah nilai baru, anda sedang memilih untuk memasukkan bentuk rasa sakit yang baru ke dalam hidup anda. Rasakan, nikmati, terima dengan tangan terbuka, kemudian lakukanlah!.
Kemudian, jika anda terhenti di satu persoalan, jangan duduk saja dan hanya memikirkannya; mulailah mengerjakannya, lakukanlah sesuatu, maka jawaban akan muncul. Dan cukup dengan menggunakan ukuran "melakukan sesuatu" untuk menilai kesuksesan anda, maka kegagalan pun akan mendorong anda maju ke depan.
Buku ini juga membicarakan tentang hubungan anatar sepasang kekasih, di mana dikatakan bahwa cinta yang sehat berdasar pada 2 orang yang mengakui dan menghadapi masalah mereka sendiri dengan dukungan pasangannya. Kemudian tanda dari sebuah hubungan yang tak sehat adalah 2 orang yang mencoba memcahkan masalah orang lain agar diri mereka sendiri merasa baik. Seharusnya kedua orang tersebut memecahkan masalah mereka sendiri agar keduanya merasa baik. Hal tersebut dapat dipahami oleh orang-orang dengan batasan yang kuat bahwasebuah hubungan yang sehat bukan tentang saling mengendalikan emosi, tetapi lebih pada saling mendukung dalam pertumbuhan individual masing-masing dan memecahkan masalah mereka sendiri.
Dalam menjalin hubungan, Kepercayaan adalah merupakan bahan baku yang paling penting. Kepercayaan tersebut harus didasari oleh sebuah komitmen, Karena komitmen membuat pembuat keputusan lebih mudah dan menghilangkan setiap ketakutan akan kehilangan, mengetahui bahwa apa yang sudah anda miliki tidak cukup baik, mengapa anda bahkan stres mengejar sesuatu yang lebih, lebih dan lebih lagi.
Komitmen mengizinkan anda untuk secara sadar berfolus pada sedikit sasaran yang sangat penting dan mencapai derajat kesuksesan yang lebih tinggi ketimbang mereka yang menghindari komitmen.
Dalam bab terakhir dari buku ini mengajak kita untuk merenungi tentang kehidupan diri ini, yang mana semua makna dalam hidup ini dibentuk oleh hasrat alami kita untuk tidak pernah mati. hasrat untuk tidak pernah mati ini menandakan akan ketakuatan akan sebuah kematian. Kata Mark Twain bahwa "Ketakutan akan kematian menandakan ketakutan akan kehidupan." Padahal kematian merupakan satu-satunya hal yang dapat kita ketahui dengan pasti. Oleh karenanya hal tersebut seharusnya menjadi kompas yang dapat kita gunakan sebagai petunjuk arah dari nilai dan keputusan kita lainnya.
Kematian menemui kita semua dengan satu pertanyaan yang jau lebih menyakitkan dan penting, yaitu "apa warisan anda?". maksud dari pertanyaan tersebut yaitu bagaimana dunia akan menjadi berbeda dan lebih baik setelah anda tiada? Pengaruh apa yang akan anda berikan?.
APA WARISAN ANDA?
16/03/2019
Pembuka dari buku ini yaitu cerita tentang seorang yang bernama Charles Bukowski, seorang pecundang yang akhirnya bisa berhasil untuk menjadi penulis yang terkenal. Keberhasilan yang ia dapat disebabkan bukan karena kegigihannya untuk menjadi seorang pemenang, namun dari kenyataan bahwa ia tahu ia seorang pecundang, dan ia menerima hal tersebut, kemudian menulis secara jujur tentang dirinya.
Dalam menghadapi kehidupan Mark Manson mengatakan bahwa kunci untuk kehidupan yang baik yaitu tidak memperdulikan banyak hal, tapi memperdulikan hal-hal sederhana yang penting dan mendesak saja. Yang menarik juga tentang hukum kebalikan, Manson mengatakan bahwa "Menginginkan pengalaman positif adalah sebuah pengalaman negatif, menerima pengalaman negatif adalah sebuah pengalaman positif. maksudnya semua hal yang bernilai positif dalam kehidupan dimenangkan lewat pengalaman yang berasosiasi negatif.
Masa bodoh atau bodo amat artinya memandang tanpa gentar tantangan yang paling menakutkan dan sulit dalam kehidupan dan mau mengambil suatu tindakan. Terdapat tiga seni yang dapat menjernihkan apa arti masa bodoh itu sendiri: 1. Masa bodoh bukan berarti acuh tak acuh, masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda. 2. Untuk bisa mengatakan "bodo amat" pada kesulitan, pertama-tama anda harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan. 3. Entah anda sadari atau tidak, anda selalu memilih suatu hal untuk diperhatikan (dengan maksud bahwa anda akan memilih apa yang penting dan apa yang tidak untuk diperhatikan, atau fokus terhadap satu hal yang sangat berharga).
Kesedihan, kemiskinan, rasa sakit, kehilangan, kesalahan dsb merupakan sesuatu yang tidak dapat untuk dielakkan, oleh karena itu kita harus belajar untuk berhenti menolaknya. Kemungkinan besarnya, ketika kita belajar untuk berhenti menolaknya, akan mengajarkan kita bagaimana cara mencegah kesalahan yang sama di masa depan.
Setiap hal yang ada dalam benak dan perasaan kita mengenai sesuatu keadaan pada akhirnya kembali pada seberapa bernilainya hal tersebut dalam pemahaman kita masing-masing. nilai-nilai yang kita pahami dan pegang menentukan hakikat permasalahn kita, dan hakikat permasalahan kita menentukan kualitas hidup kita.
Untuk menilai kesuksesan yang telah kita dapatkan bukan berdasarkan ukuran pencapaian orang lain, namun dengan standar apa kita mengukur diri kita sendiri?. Jika anda ingin mengubah cara anda memandang permasalahan anda, anda harus mengubah nilai yang anda pegang dan bagaimana anda mengukur kegagalan dan kesuksesan.
jangan sampai kita terkecoh oleh kenikmatan. Karena hal tersebut adalah bentuk kepuasan hidup yang paling dangkal, dan karenanya hal tersebut sangat mudah untuk diraih dan sangat mudah untuk hilang. justru kita harus berterima kasih terhadap masalah yang menghilangkan kenikmatan tersebut, karena permasalahan membuat hidup kita lebih bermakna dan penting. Karena suatu hari ketika kita mengingat masa lalu, tahun-tahun yang penuh jerih payah akan berubah menjadi tahun-tahun yang paling indah.
Dalam mengahdapi kehidupan kita harus sadar, bahkan terhadap hal-hal yang sederhana sekalipun, karena semua peningkatan dan pertumbuhan pribadi muncul berkat adanya sebuah kesadaran sederhana. Dengan artian bahwasannya kita secara pribadi bertanggung jawab atas segala hal dalam hidup kita, dan tanggung jawab yang besar menuntut kekuatan yang besar.
Jika kita ingin sukses berarti kita harus siap untuk gagal. ini seperti halnya kita membeli sepasang sepatu. kesuksean dapat diimbangi dengan kegagalan, dengan kegagalan kita akan semakin kuat, lebih tangguh, dan lebih membumi, dan kegagalan merupakan bagian dari proses. Proses menuju kesuksesan. intinya belajarlah menerima rasa sakit (menuju kesuksesan) yang telah anda pilih. ketika memilih sebuah nilai baru, anda sedang memilih untuk memasukkan bentuk rasa sakit yang baru ke dalam hidup anda. Rasakan, nikmati, terima dengan tangan terbuka, kemudian lakukanlah!.
Kemudian, jika anda terhenti di satu persoalan, jangan duduk saja dan hanya memikirkannya; mulailah mengerjakannya, lakukanlah sesuatu, maka jawaban akan muncul. Dan cukup dengan menggunakan ukuran "melakukan sesuatu" untuk menilai kesuksesan anda, maka kegagalan pun akan mendorong anda maju ke depan.
Buku ini juga membicarakan tentang hubungan anatar sepasang kekasih, di mana dikatakan bahwa cinta yang sehat berdasar pada 2 orang yang mengakui dan menghadapi masalah mereka sendiri dengan dukungan pasangannya. Kemudian tanda dari sebuah hubungan yang tak sehat adalah 2 orang yang mencoba memcahkan masalah orang lain agar diri mereka sendiri merasa baik. Seharusnya kedua orang tersebut memecahkan masalah mereka sendiri agar keduanya merasa baik. Hal tersebut dapat dipahami oleh orang-orang dengan batasan yang kuat bahwasebuah hubungan yang sehat bukan tentang saling mengendalikan emosi, tetapi lebih pada saling mendukung dalam pertumbuhan individual masing-masing dan memecahkan masalah mereka sendiri.
Dalam menjalin hubungan, Kepercayaan adalah merupakan bahan baku yang paling penting. Kepercayaan tersebut harus didasari oleh sebuah komitmen, Karena komitmen membuat pembuat keputusan lebih mudah dan menghilangkan setiap ketakutan akan kehilangan, mengetahui bahwa apa yang sudah anda miliki tidak cukup baik, mengapa anda bahkan stres mengejar sesuatu yang lebih, lebih dan lebih lagi.
Komitmen mengizinkan anda untuk secara sadar berfolus pada sedikit sasaran yang sangat penting dan mencapai derajat kesuksesan yang lebih tinggi ketimbang mereka yang menghindari komitmen.
Dalam bab terakhir dari buku ini mengajak kita untuk merenungi tentang kehidupan diri ini, yang mana semua makna dalam hidup ini dibentuk oleh hasrat alami kita untuk tidak pernah mati. hasrat untuk tidak pernah mati ini menandakan akan ketakuatan akan sebuah kematian. Kata Mark Twain bahwa "Ketakutan akan kematian menandakan ketakutan akan kehidupan." Padahal kematian merupakan satu-satunya hal yang dapat kita ketahui dengan pasti. Oleh karenanya hal tersebut seharusnya menjadi kompas yang dapat kita gunakan sebagai petunjuk arah dari nilai dan keputusan kita lainnya.
Kematian menemui kita semua dengan satu pertanyaan yang jau lebih menyakitkan dan penting, yaitu "apa warisan anda?". maksud dari pertanyaan tersebut yaitu bagaimana dunia akan menjadi berbeda dan lebih baik setelah anda tiada? Pengaruh apa yang akan anda berikan?.
APA WARISAN ANDA?
16/03/2019


nice...
BalasHapus