MINIMALIS (Sebuah Pengantar)

MINIMALIS (Sebuah Pengantar)
By Farid Yusril Firdaus
Dalam artikel kali ini penulis berharap ingin membuka pengetahuan tentang kehidupan minimalis, namun ini hanya sebuah pengantar. Minimalis merupakan sebuah gaya hidup yang mengedepankan bahwa kita hanya dikelilingi oleh sesuatu hal yang berguna untuk mendukung berlangsungnya kehidupan kita. Faktanya, setiap individu memiliki kebutuhannya masing-masing. Misalnya seorang petani memiliki kebutuhan terhadap cangkul, sepatu buts untuk mengurus ladangnya. Seorang dokter juga memiliki kebutuhan terhadap masker, stetoskop sebagai fasilitas saat mengobati paisennya. Namun, jika seorang petani memiliki sebuah stetoskop dan seorang dokter memiliki sepatu buts yang tidak pernah ia pakai, hal tersebut bertentangan dengan hidup gaya minimalis. Inti dari ini semua, bahwa kita harus mengenal diri kita sendiri untuk mengetahui apa yang kita butuhkan dan fokus tentang apa yang sebenarnya kita harus lakukan dalam menjalani kehidupan.

Seperti yang dikatakan oleh William Morris “janganlah memiliki barang yang tidak kita ketahui gunanya dan tidak kau yakini keindahannya”. Selanjutnya amati ruangan atau tempat yang sekarang kita tempati. Misalkan kamar tidur, apakah ruangan tersebut membuat diri kita nyaman untuk beristirahat di malam hari atau justru menambah beban karena terlalu berantakan seperti gudang dan dipenuhi barang-barang yang tidak menambah kebahagiaan diri kita?. Kemudian renungkanlah hal tersebut, setidaknya jika kamar kita lebih rapi dan dipenuhi dengan barang-barang berguna yang kita suka pasti lebih menyenangkan dan akan memiliki gerak yang lebih luas lagi.

Ketika kita sudah mengenal diri kita sendiri dan ruangan di sekitar kita dipenuhi dengan barang-barang berguna yang kita sukai, hidup kita akan semakin terfokus dengan hanya memikirkan hanya pada hal-ahal yang memang penting dan tidak terganggu lagi dengan rumah yang berantakan dan sulit dibersihakan. Dalam prinsip gaya hidup minimalis, barang yang kita punya tidak mencerminakan siapa diri kita. Namun cerminan dari diri kita adalah tindakan, pikiran, dan tercermin dari siapa orang yang kita cintai. Orang kaya bukanlah ia yang memiliki banyak barang di rumahnya, namun ialah orang selalu merasa cukup terhadap apa yang ia miliki. Jika kita merasa kekurangan dan tidak memiliki apa-apa dalam kehidupan dibandingkan dengan orang lain, coba catat setiap barang yang kita miliki, jika kita tidak sanggup seharusnya anda bersyukur.

Banyak manfaat yang akan kita dapatkan dalam menajalani gaya hidup minimalis. Di antaranya ialah mengurangi sifat konsumtif yang akan membuat uang kita hanya keluar untuk sesuatu yang benar-benar kita butuhkan. Selanjutnya yaitu ramah lingkungan, karena dalam hidup minimalis kita hanya mengenal 3R dalam menangani setiap barang yang kita punya, yaitu Reduce (mengurangi pembelian terhdap barang), Reuse (menggunakan kembali barang-barang bekas yang masih bisa digunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang barang-barang yang masih bisa untuk didaur ulang). Artinya untuk membeli barang kita harus lebih teliti kembali dan tanyakan kepada diri kita sendiri “kenapa kita harus membeli barang ini?”.

“saat menjalani hidup minimalis kita berarti mengupas semua sendi kehidupan untuk mengungkap diri kita yang sejati. Kita bisa meluangkan waktu untuk merenungi diri dan hal-hal yang kita anggap penting dan yang membuat kita bahagia”. Saya sarankan untu membaca buku “Seni Hidup Minimalis” karya Francine Jay untuk mengetahui lebih dalam tentang gaya hidup minimalis dan lihat perubahan yang terjadi pada hidup kita.

Refrensi: “Seni Hidup Minimalis” karya Francine Jay.

Komentar

Postingan Populer