Rangkuman Buku "I Used to be a Miserable F*ck" Karya John Kim
Buku ini adalah buku tentang menjadi diri kita dalam versi terbaik. Tulus dan sederhana. Tentang hubungan, penemuan diri, dan hidup lebih dekat dengan potensi dan kebenaran diri kita.
Buku ini merupakan kumpulan perilaku yang akan menuntut kita ke jalan untuk menjadi seorang lelaki dewasa.
DIRI SENDIRI
Pembahasan awal yang diangkat dalam buku ini adalah tentang "Diri Sendiri". Di mana kita membangun segala sesuatu di mulai dari kebenaran diri sendiri.
Membahas soal diri sendiri hal yang paling penting adalah tentang kesadaran diri. Kesadaran diri berarti melihat ke dalam diri dan memahami bagaimana pemikiran, tindakan, dan energi kita berdampak terhadap orang lain.
Kesadaran diri bukan hanya soal memahami diri kita sendiri saja, akan tetapi bagaimana kita memutuskan segala sesuatunya berdasarkan pemahaman tersebut. Itulah kesadaran diri.
Metakognisi adalah hal yang harus kita lakukan untuk membangub kesadaran diri. Yaitu dengan memiliki kontrol aktif atas proses kognitif, memikirkan apa yang kita pikirkan, memahami apa yang kita pahami, dan sadar akan kesadaran diri, serta mengeksplorasi sistem kinerja otak dan membuat gerakan untuk menyusunnya kembali.
Ada tiga tips bagi kita agar memiliki kesadaran diri yang lebih baik (h. 10):
1. Meditasi (mengistirahatkan pikiran kita)
2. Perhatikan yang akan datang (mempraktikkan kesadaran diri berarti memperbatikan apa yang akan datang selama kita berhubungan dengan orang-orang secara objektif, dalam jarak pandang yang lebih luas. Kemudian memisahkan apa yang mereka miliki dengan apa yang kita miliki)
3. Atasi masalah anda (bertanggung jawab atas masalah kita, tanpa menghakimi. Bersikap sabar dan memaafkan)
Pilihan kita untuk menyadari bagaimana pendapat serta tindakan kita tak hanya mempengaruhi hidup kita tetapi juga orang lain, dan melakukan sesuatu untuk itu akan menempatkan kita pada posisi yang lebih baik dari sekarang.
Utamakan tanggung jawab di atas kebebasan. Karena melalui tindakan yang bertanggung jawab, kepercayaan akan muncul, dan kita memiliki kebebasan.
Dalam bukunya, penulis membuat konsep tentang pola pikir. Pola pikir pertama adalah pola pikir kaku yang penulis sebut sebagai konsep "pada saya", di mana segala sesuatu yang terjadi pada saya, saya menjadi korban dan menjadi tak berdaya. Lebih menyalahkan dan bergantung pada kondisi di luar diri saya.
Sedangkan konsep pola pikir yang kedua yaitu "melalui saya". Pola pikir ini merupakan pola pikir yang berkembang, dan menurut Carol Dweck, pola pikir yang berkembang merupakan ciri dari orang sukses.
Melalui saya, merupakan konsep di mana saya adalah penyalur, dan sesuatu yang besar sedang bekerja melalui saya untuk memproyeksikan talenta unik saya bagi dunia. Misalkan saat seseorang menelantarkan kita, kita menerimanya, mengakui rasa sakit dan marah akibat ditelantarkan dan kemudian beralih dengan mengharapkan yang terbaik untuk orang lain.
Kita akan menjadi penuh kemampuan dan memiliki kendali atas diri sendiri, dan kita tak akan merasa ada seseorang yang mengambil apapun dari kita. Pada intinya pada konsep pola pikir "melalui saya" adalah usaha dan sikap kita menentukan segalanya.
***
Hindari sikap menyebalkan kepada orang lain. Karena sebenarnya bertingkah menyebalkan sama seperti menyalakan lampu gelap yang mengekspos rasa tidak aman kita. Jika kita lihat kembali, kita akan menemukan bahwa kita akan bertingkah menyebalkan sering kali saat kita merasa tidak aman.
Ada tiga tisp ampuh untuk kita, agar kita bisa keluar dari area menyebalkan (h. 27):
1. Jangan membuktikan apapun
Orang yang benar-benar percaya diri tidak perlu membuktikan apapun. Mereka berfokus pada memberikan nilai yang mereka miliki, bukan memberitahukannya kepada semua orang.
2. Jadilah murid
Saat kita percaya kita mengetahui sesuatu, saat itulah kita berhenti belajar. Oleh karena itu, ketika kita melakukan pendekatab terhadap bidang yang kita tekuni dan ahli seperti pertama kali baru mengenalnya, kita akan jadi lebih terbuka, ingin tahu lebih banyak, dan menyenangkan.
3. Utamakan memberi
Memberi berarti membagikan diri kita dan kemampuan yang kita miliki tanpa mengharapkan imbalan. Ini adalah saat di mana kita paling berdaya.
***
Banyak di antara kita yang mengasosiasikan menjadi sempurna adalah dengan menjadi kuat, dan dengan begitu membuat kita berpikir bahwa kerendahan hati sama dengan kelemahan. Padahal, kenyataannya sangat bertolak belakang.
Hanya saat kita menerima ketidak sempurnaan, kita benar-benar menjadi kuat.
***
Sebagai pria, kita bertanggung jawab atas kebahagiaan kita sendiri. Merengek dan mengeluh hanya membuat situasi yang sudah buruk bertambah buruk.
Merengek dan mengeluh seringkali terjadi akibat tidak kita tidak bertanggung jawab untuk kebahagiaan kita sendiri.
***
Jangan bersikap menyenangkan, berbaikhatilah. Baik hati datang dari dalam hati. Tulus, tanpa berharap imbalan dan tanpa syarat. Baik hati adalah kesabaran, belas kasih, simpati, dan memberi.
Sedangkan sikap menyenangkan datang dari proses berpikir mencari-penerimaan. Menyenangkan seringkali adalah hasil dari rasa tidak aman. Sikap menyenangkan merupakan perilaku baik, dengan tujuan sebuah imbalan.
Seorang pria yang menyenangkan bisa berempati, memaafkan, dan cocok, tapi pria yang baik hati dapat melakukan semua itu tanpa harus mengorbankan dirinya.
Pria sejati benar-benar merasakan apa yang sedang dialami orang lain tanpa menghakimi atau memaksakan definisi yang mereka miliki terhadap orang tersebut.
Pria sejati melakukan apa yang mereka bisa untuk meringankan penderitaan orang lain tanpa harus kehilangan jati dirinya sendiri.
***
Berhentilah untuk terobsesi dengan apa yang tidak kita miliki. Cobalah untuk berfokus dan menciptakan kebahagiaan dari apa yang kita miliki.
"Berfokus" berarti menerima segala sesuatu yang terjadi - hubungan, situasi, perceraian, keuangan kita, pekerjaan yang menyebalkan, perpindahan yang sungguh cukup sulit, dan apapun yang sedang kita hadapi.
Kebanyakan hidup yang sebenarnya ada di momen sederhana. Oleh karena itu menemukan kebahagiaan untuk mengisi momen itulah kuncinya.
***
KESEHATAN
Setelah kita fokus hal yang menyangkut "diri sendiri", pembahasan selanjutnya yaitu mengenai "Kesehatan".
Kesehatan berhubungan dengan fisik. Oleh karena itu olahraga merupakan hal yang penting dalam memelihara kesehatan diri kita. Selain menjadikan tubuh kita semakin kuat, olehraga juga menjadikan kita semakin terhubung dengan diri kita untuk tetap semangat menjalankan aktivitas.
***
Meditasi merupakan olahraga yang membuat kita semakin tenang dan terhubung dengan diri kita sendiri. Dengan adanya ruang untuk menenangkan diri, kita semakin dapat melihat kehidupan kita dengan lebih baik. Dengan begitu kita bisa membuat keputusan yang lebih baik.
***
Cara paling hebat untuk membawa diri kita sendiri hadir di masa kini adalah dengan berlatih kesadaran diri atau mindfulness.
Semakin dewasa kita, terkadang kita justru semakin kehilangan kesadaran diri kita tentang masa kini. Kita khawatir akan masa depan, yang membuat kita tak menyadari masa kini.
Cara terbaik untuk melatih kesadaran diri adalah dengan menggabungkannya ke dalam sebuah aktivitas. Misalnya saat kita makan, cobalah kita rasakan rasa, aroma, tekstur dari makanan tersebut dengan menggunakan panca indra kita. Latihlah hal itu sampai akhirnya menjadi bagian dari gaya hidup kita.
Kesadaran diri bisa berarti keluar dari pemikiran dan masuk ke dalam kehidupan.
***
Lakukan hal yang membuat kita merasa benar-benar hidup. Perbedaan antara merasa baik dan merasa hidup terletak pada rasa takut.
Kita tidak akan takut akan hal-hal yang membuat kita merasa baik. Semisal pekerjaan yang aman, hubungan yang begitu-begitu saja, di mana hal tersrbut tidak membutuhkan terlalu banyak usaha.
Berbalik dengan merasa hidup, yang pasti ada unsur rasa takut di dalamnya. Kita bisa saja terluka, ditolak, dilabeli, atau dipecat. Namun risiko datang bersamaan dengan upahnya.
Jika kita ingin merasa hidup, carilah hal-hal yang bisa memunculkan kembali semangat dalam hidup kita. Carilah dalam aktivitas mulai kita bangun sampai kita tidur., dari hal kecil hingga hal yang besar.
Merasa hidup bukan tentang kegiatan atau aktivitasnya, melainkan tentang proses kita dalam menghadapi rasa takut.
***
Jika seorang pria yakin akan dirinya, hal itu akan terlihat dari apa yang dilakukannya. Bersikap serius pada apa yang kita "lakukan" adalah tindakan memimpin, unggul, dan membuat diri kita menjadi lebih baik.
Sedangkan jika kita menganggap "diri sendiri" terlalu serius, hanyalah merupakan tindakan mencari perhatian, bukan memberi teladan.
Jadi, ketika kita merasa ingin dilihat, gunakan energi yang kita miliki untuk "melakukan" sesuatu yang baik, bukannya "menampilkan" sesuatu yang baik.
Ini adalah masalah ego. Bocah laki-laki perlu membuktikan sesuatu karena mereka butuh persetujuan. Pria membiarkan tindakannya yang berbicara mengenai dirinya.
***
Melakukan segalanya sendiri. Penulis mengartikan kata sendiri dengan melakukan hal-hal yang membuat kita lebih mengenal diri sendiri lebih jauh. Aktivitas tersebut biasa disebut "me time".
Sendiri merupakan aktivitas yang membuat kita sehat dan utuh dalam mengenal diri sendiri.
***
HUBUNGAN DAN PERCINTAAN
Secara singkatnya penulis menjabarkan hubungan dan percintaan seorang pria sebagai bahwa:
"seorang pria tidak bereaksi, melainkan merespons. Mencuci piring karena mereka mau melakukannya. Mengungkapkan rasa cintanya dengan tindakan, bukan hanya perasaan. Tidak peduli dengan masalalu pasangan. Dan mencintai dengan sungguh-sungguh."
Secara singkatnya penulis menjabarkan hubungan dan percintaan seorang pria sebagai bahwa:
"seorang pria tidak bereaksi, melainkan merespons. Mencuci piring karena mereka mau melakukannya. Mengungkapkan rasa cintanya dengan tindakan, bukan hanya perasaan. Tidak peduli dengan masalalu pasangan. Dan mencintai dengan sungguh-sungguh."
Merespons membutuhkan sebuah proses berpikir, kesabaran, dan perencanaan. Merespons berarti memikirkan cara terbaik untuk berbicara dan bertindak dalam sebuah situasi, cara yang memungkinkan kita untuk menenangkan diri, bukan membuatnya menjadi berantakan.
***
Laki-laki yang tak mampu mengakui kesalahannya saat mereka berbuat salah sebenarnya menolak untuk bertumbuh dewasa.
Setiap kali kita berbuat salah, ada kesempatan untuk bertumbuh. Ketakutan kita dalam terlihat bodoh atau kurang, membuat kita tidak bisa bertumbuh. Karena jika kita tak mengakui kesalahan, kita tidak bisa merefleksikannya. Tanpa ada refleksi diri, maka tidak ada pencerahan, tanpa pencerahan segala yang kita miliki adalah keyakinan yang salah dan emosi.
Mengakui kesalahan kita bukan berarti menunjukkan kelemahan kita. Itu adalah tanda kekuatan. Karena dibutuhkan keberanian untuj mengakui kesalahan, kecacatan, dan kekurangan.
***
Membangun kepercayaan diri adalah tentang memegang janji yang kita buat terhadap diri sendiri. Kita menjadi laki-laki yang penuh dengan ketidaktahuan karena kita tidak memiliki kepercayaan atau keberhagaan diri. Kita tidak percaya bahwa diri ini berarti.
Oleh karan itu buatlah perjanjian pada diri sendiri bahwa kita akan mengungkapkan keinginan kita dan melakukan apapun yang kita bisa - tentu saja tanpa menyakiti orang lain untuk mendapatkannya.
Membuat suatu perjanjian di atas merupakan keputusan yang seharusnya kita pilih. Dan keputusan kita akan mendefinisikan sifat kita. Akan lebih baik memilih dan salah, daripada tidak sama sekali.
***
Menjadi pria berarti tidak melakukan kebohongan apapun yang bisa merusak kepercayaan terhadap kita, tak peduli sekecil apapun hal tersebut bagi kira.
Terdapat dua hal yang membuat hubungan sulit pulih - ketidaksetiaan dan cemoohan. Orang mungkin akan memafkan atas ketidaksetiaan dan cemoohan kita, namun mereka tidak akan pernah melupakannya.
Bocah laki-laki mencemooh kelemahan oranv lain karena mereka tak memiliki cukup keberanian atau peralatan untuk berkelahi secara jantan. Mereka merendahkan orang laib karena ada sesuatu yang kurang dari dalam diri mereka.
***
KARIER DAN KESUKSESAN
Siapa kita dalam pekerjaan sangat penting untuk sebuah perjalanan dari seorang bocah laki-laki menjadi seorang pria.
Pria bertanggung jawab atas masalahnya sendiri. Pria tidak melempari tembok dengan kacang. Pria membangun sesuatu dari kegagalan. Pria menentukan definisi suksesnya sendiri, bukan mengikuti orang lain.
***
Mustahil kita dapat menghargai hidup dan diri sendiri apabila tidak mengambil tanggung jawab penuh atas diri kita saat ini.
Ingatlah bahwa urusan kita adalah urusan kita. Jangan biarkan orang lain mengambil alih urusan kita. Dan hanya kita yang dapat menemukan cara mengambil alih urusan kita dan mengubahnya menjadi keindahan.
***
Apa yang kita lakukan tidak menentukan nilai kita yang sesungguhnya. Nilai diri kita hidup di dalam karakter kapasitas diri kita.
Jika kita percaya bahwa nilai kita bergantung pada apa yang bisa kita lakukan, seperti kebanyakan pria lainnya, pola pikir itu akan membuat kita tak berdaya dan selalu mengejar sesuatu. Dan kita berisiko akan kehilangan diri sendiri serta apa yang sebenarnya kita miliki.
Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh LL Cool J "Pria menghasilkan uang, tapi uang tidak menciptakan seseorang".
Ukuran seorang pria adalah dari dalam hatinya sendiri. Ini adalah tentang siapa diri kita dalam melalui segala jalan yang rumit dalam kehidupan, bukan tentang hal-hal yang pernah kita lakukan atau kita bangun.
***
Bagi siapapun yang memberi tahu kita agar menemukan tujuan hidup, suruhlah mereka diam, sebab terkadang tujuanlah yang akhirnya menemukan kita.
Tujuan kita jauh lebih besar dari kita, bahkan dengan apa yang kita inginkan. Tujuan akan mendatangi kita ketika kita mulai sadar pada diri sendiri, ketika kita mulai mengenal diri sendiri. Namun semua itu membutuhkan waktu.
Akan selalu ada hal yang akan mengganggu kira, tak peduli seberapa tebal pasir hidup yang menghalangi, tak peduli jalanan atau gunung yang terbentang di hadapan kita, tujuan kita harus lebih besar dari sendiri, lebih besar dari pernikahan, anak, dan karir kita. Pada intinya tujuan adalah pemandu yang akan membawa kita pada hal yang kita inginkan.
Selalu ingat bahwa sebelum kita mulai untunk meraih tujuan, kita harus memulainya dengan kesadaran diri, merefleksikan diri untuk melihat diri kita yang sebenarnya.
Setiap pria harus menanyakan dua pertanyaan pada diri sendiri: Pertama "ke mana saya akan pergi?" Dan kedua "siapa yang akan pergi bersama saya?". Jika kita mmebalik pertanyaan ini, kita akan pergi seorang diri.
***
Sebagai pria, kita tidak hanya bertanggung jawab pada perkataan dan tindakan. Namun, juga energi kita.
Tidak masalah bagi kita mencurahkan semua perasaan negatif yang kita rasakan. Namun ada ruang dan waktu untuk mencurahkannya. Dan bukan melemparkan perasaan negatif itu kepada orang lain.
***
Kita benar-benar mengeluarkan energi yang dihasilkan oleh pemikiran dan perasaan kita. Jika kita terus-terusan berpikir dan merasakan perasaan negatif, seperti kemarahan, kita mengeluarkan energi negatif. Jika kita berpikir dan merasakan perasaan positif, seperti cibta, kita memancarkan energi positif. Sesederhana itu.
***
Kita harus percaya pada diri sendiri. Percaya pada diri sendiri bukanlah tentang diri kita. Ini semua tentang apa yang seharusnya kita lakukan. Tak masalah dengan cara apa kita melakukannya.
Menurut penulis, proses ini berjalan sangat lambat, hampir satu dekade, bahkan seterusnya. Mengetahui nilai, kemampuan, dan tujuan adalah sebuah proses. Kita tidak akan bisa berada dalam proses itu sampai kita mempercayai diri sendiri.
Segalanya dimulai dan diakhiri oleh keyakinan kita. Apa yang kita percaya akan menentukan ke mana kita pergi.
Nilai bukanlah sesuatu yang kita percaya. Itu adalah sesuatu yang kita bangun. Banyak orang yang tidak mengerti bahwa mereka bisa membangun nilai mereka. Dan kuta bisa membangun nilai diri sendiri dengan cara "menciptakan pengalaman baru -> mengubah keyakinan -> pengalaman baru lagi -> kayakinan yang baru.
Tetaplah kita harus mempercayai diri sendiri sebagai seseorang yang memiliki nilai sebab hak tersebut adalah sebuah proses. Bukan keputusan atau peristiwa sekali seumur hidup.
Langkah untuk memulai mempercayai diri sendiri (h. 201):
a. Terhubung dengan diri anda.
Tindakan terhububg dengen diri sendiri adalah kita mengizinkan diri kita untuk jujur terhadap diri sendiri dan perbedaan yang kita miliki.
b. Selalu ingin tahu.
Milikilah rasa ingin tahu. Tentang segalanya. Terutama mengenai bisa menjadi seperti apa kita nantinya dan apa yang bisa kita lakukan serta berapa banyak orang yang terdampak oleh tindakan kita.
Rasa ingin tahu membuat kita berkembang dan tak berpikiran dangkal. Perkembangan itu sendiri merupakan wujud terhubungnya kita dengan diri sendiri.
c. Terima kasih anda.
Mungkin kita memiliki persoalan hidup yang sulit untuk kita terima. Di mana persoalan tersebut tidak terlihat ujungnya. Namun kita harus tahu bahwa untuk melatih percaya pada diri sendiri adalah dengan menyadari mengapa suatu peristiwa dapat terjadi sebagaimana ia terjadi.
d. Melayani.
Kita semua memiliki bakat yang unik. Melayani berarti menemukan bakat itu, mengasahnya, dan menggunakannya untuk dunia. Itu merupakan sebuah proses yang akan menciptakan nilai dalam diri kita.
Hargai diri kita dengan terhubung dengan diri sendiri, memiliki rasa ingin tahu tentang apa yang mungkin, menerima kisah yang kita alami, dan membagikan bakat kita pada setiap orang dengan melayani. Dengan demikian dunia akan bergerak untuk kita.
Dalam bab ini, intinya adalah sebagai seorang pria, tugas kita adalah untuk menemukan bagaimana cara kita melakukan sesuatu yang bisa kita kerjakan. Tidak ada cara lain.
***
KOMUNIKASI
Ringkasnya, dalam berkomunikasi pria seharusnya memiliki kemampuan untuk berkata tidak. Pria meletakkan ponselnya. Pria tidak melarikan diri dari pertengkaran. Pria memberi uang tip. Pria tidak berdebat. Pria mengungkapkan perasaannya. Pria tidak mengirimkan foto porno.
***
Pria yang selalu berkata "iya" kemungkinan berfokus pada untuk menyenangkan orang lain, sekalipun hal itu bertentangan dengan apa yang ia yakini.
Ketakutan akan ditolak atau tidak disukai mengalahkan pendapatnya, sudut pandangnya, dan pendiriannya.
Menaklukkan rasa takut kita untuk berkata "tidak" dan mempertahankab apa yang kita yakini, membebaskab potensi kita untuk melakukan sesuatu hal yang kita cintai dan mengizinkan kita untuk menjadi versi terbaik diri kita.
***
Ada beberapa cara hebat untuk mulai berpikir tentang mengatakan perasaan kita (h. 229):
1. Kita harus sadar akan perasaan kita.
2. Luangkablah waktu dalam sehari untuk menarik napas yang dalam dan katakan pada diri sendiri apa yang kita rasakan.
3. Lepaskan melalui gerakan seperti yoga, mendaki, dan lain sebagainya.
***
Jangan mendebat segala sesuatu. Perdebatan pada umumnya merupakan reaksi langsung atas rasa tidak nyaman dan ketidakpercayaan diri.
Saat orang tidak percaya dengan apa yang kita yakini, kita menjadi gelisah. Kita merasa sendiri dan merasa kehilangan kendali. Jadi, kita berdebat, berusaha meyakinkan mereka untuk melihat apa yang kita lihat sehingga kita merasa nyaman, aman, dan dikuatkan.
Berusaha untuk meyakinkan orang lain akan kebenaran yang kita yakini akan membuat orang itu menjauh.
***
Berkomunikasilah dengan percaya diri dan kemurahan hati, dan kita akan menerima kemurahan hati sebagai imbalannya.
***
HAL LAINNYA.
Bersabarlah. Bersabarlah menjadi diri sendiri. Berusaha yang terbaik untuk mengatakan bahwa inilah diri saya yang sesungguhnya. Berusaha untuk melakukan apa yang pernah saya katakan. Berusaha sepenuh hati atas setiap tindakan yang kita lakukan.
Jadilah pria yang bertanggung jawab. Dan lakukan itu dengan konsisten dengan sabar dan kuat.
Kita bisa mengatakan apapun yang kita inginkan, tapi jika kita tak mengimbanginya dengan tindakan, pada akhirnya kita hanya sedang berbicara ssndiri.
***
Terima kasih telah membaca, semoga bermanfaat. Share artikel ini bila menurut anda bermanfaat. Mari menebar kebaikan bersama.
05-03-2022



Komentar
Posting Komentar